Pengajian Pahingan Gapura Suci Pererat Silaturahmi Ulama, Umara dan Masyarakat, Diwarnai Khataman Al-Qur’an 4 Calon Pengantin
GAPURA SUCI — Suasana religius dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Pengajian Pahingan Dusun Gapura Suci, Kecamatan Pelepat, yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026, selepas pelaksanaan salat Jumat. Kegiatan yang berlangsung di GOR Serbaguna Dusun Gapura Suci tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat, ulama, dan umara sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Pengajian Pahingan merupakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada Jumat Pahing selepas salat Jumat. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah berkumpulnya berbagai unsur masyarakat dalam suasana religius, mulai dari jajaran pemerintahan dusun, tokoh agama, majelis taklim, hingga masyarakat umum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Datuk Rio Dusun Gapura Suci beserta perangkat dusun, Badan Permusyawaratan Dusun (BPD), para ustaz dan ustazah, Majelis Taklim, serta masyarakat.
Wadah Silaturahmi Ulama, Umara dan Masyarakat
Lebih dari sekadar kegiatan pengajian, Pengajian Pahingan menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan para ulama dan unsur pemerintahan dusun. Pertemuan rutin ini diharapkan mampu membangun komunikasi yang semakin baik sekaligus memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat bersilaturahmi, saling bertukar informasi, serta bersama-sama meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran unsur ulama dan umara juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga memiliki landasan keagamaan dan kepedulian sosial yang kuat.
Pengajian Pahingan Diwarnai Khataman Al-Qur’an untuk Empat Calon Pengantin
Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian dalam kegiatan Pengajian Pahingan kali ini adalah pelaksanaan khataman Al-Qur’an bagi calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan pada bulan berjalan.
Pada kesempatan tersebut, tercatat empat orang calon pengantin mengikuti rangkaian khataman Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus doa bersama agar para calon pengantin diberikan kelancaran dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
Khataman Al-Qur’an juga menjadi pengingat bahwa membangun rumah tangga bukan hanya tentang mempersiapkan acara pernikahan, tetapi juga mempersiapkan diri secara mental, spiritual, dan keagamaan untuk menjalani kehidupan sebagai keluarga.
Cinderamata untuk Para Calon Pengantin
Usai pelaksanaan khataman Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan atau cinderamata kepada para calon pengantin.
Cinderamata tersebut diberikan oleh pihak dusun bersama Majelis Ulama Dusun (MUD) sebagai bentuk perhatian, doa, dan dukungan kepada para calon pengantin yang akan memasuki fase baru dalam kehidupan mereka.
Pemberian tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa para calon pengantin merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Dusun Gapura Suci. Doa dan harapan masyarakat menyertai langkah mereka agar kelak dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh keberkahan, serta mampu menjadi keluarga yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Tausiyah dan Penutup
Setelah rangkaian khataman dan pemberian cinderamata, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh ustaz. Tausiyah menjadi bagian penting dalam Pengajian Pahingan sebagai sarana untuk menambah wawasan keislaman sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama serta menciptakan kehidupan keluarga dan masyarakat yang harmonis.
Rangkaian Pengajian Pahingan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Dengan dilaksanakannya secara rutin setiap bulan, Pengajian Pahingan Dusun Gapura Suci diharapkan terus menjadi wadah yang mampu mempererat ukhuwah, memperkuat hubungan antara ulama, umara dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Dusun Gapura Suci.
Di sisi lain, pelaksanaan khataman Al-Qur’an bagi calon pengantin menjadi salah satu bentuk perhatian masyarakat terhadap pembinaan generasi dan keluarga, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Gapura Suci.
Posting Komentar untuk "Pengajian Pahingan Gapura Suci Pererat Silaturahmi Ulama, Umara dan Masyarakat, Diwarnai Khataman Al-Qur’an 4 Calon Pengantin"